5.3 Menjaga batas kedekatan pribadi dan profesional
Dalam memberikan dukungan sosial, penting memahami ‘batas pribadi dan profesional’, yaitu batas yang menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan tanggung jawab kerja. Batas ini mencegah ketergantungan, kelelahan yang berlebihan (burnout), melindungi privasi, mendukung hubungan yang saling menghormati, dan memastikan kejelasan peran, terutama dalam pekerjaan yang melibatkan perawatan atau pendampingan di masyarakat. Tanpa batas yang jelas, Bunda Kader berisiko terlibat terlalu jauh dan merasa selalu ‘menyelamatkan’, yang justru bisa membebani kader.
Contoh Pernyataan Yang Disarankan
Berikut ini merupakan beberapa contoh pernyataan yang disarankan untuk Bunda Kader pada berbagai situasi.
Situasi 1: Tidak memberi janji di luar kewenangan
"Saya akan sampaikan ke petugas ya Bu, tapi keputusan tetap dari tim medis. Kader hanya bisa membantu mendampingi dan memberikan dukungan."
Situasi 2: Tidak memberikan pendapat pribadi dalam keputusan pasien dan keluarga
"Keputusan tentang pengobatan ada di tangan Ibu dan keluarga. Saya bisa membantu menjelaskan kembali apa yang tadi sudah di diskusikan bersama dengan dokter bila Ibu membutuhkan."
Contoh perilaku profesional (dianjurkan)
-
Menyapa pasien dengan sopan.
-
Mendengarkan keluhan pasien tanpa menghakimi.
-
Mengingatkan jadwal minum obat dan kontrol.
-
Mendampingi pasien saat kontrol.
-
Mengarahkan pasien ke tenaga medis.
Contoh perilaku di luar hubungan profesional (harus dihindari)
-
Menerima hadiah berlebihan dari pasien.
-
Meminjamkan uang kepada pasien.
-
Terlibat terlalu dalam dalam hubungan pasien (urusan rumah tangga, hutang).
-
Menginap di rumah pasien tanpa izin.
-
Menyebarkan cerita tentang pasien ke orang lain.
-
Curhat ke pasien mengenai hal pribadi kader.
Tips Menjaga Batas Pribadi dan Profesional
Berikut ini adalah tips untuk menjaga batas pribadi dan profesional:
- Peran: Menjelaskan peran Anda dan batasannya
- Penggunaan bahasa yang sesuai, misalnya dengan bahasa: ”tugas kami, tugas kader”
- Harapan: Membangun harapan mengenai peran satu sama lain.
- Informasi personal: Hati-hati dalam membagikan informasi pribadi Anda. Tidak perlu menyampaikan informasi yang tidak relevan dengan kondisi pasien dan pengobatannya, termasuk menjaga informasi yang sifatnya rahasia dari pasien dan keluarga.