Kembali
Bab 2

2.4 Mengenal Kegawatan Kanker Payudara

Beberapa keadaan darurat bisa membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, Bunda Kader perlu memahami situasi kegawatan pada kanker payudara untuk dapat memberikan informasi yang tepat bagi pasien dan keluarga untuk dapat segera berkonsultasi pada tenaga kesehatan apabila terdapat tanda dan gejala tersebut.

a. Sesak Napas

Sesak napas dapat disebabkan karena penyebaran sel kanker payudara ke paru-paru, penumpukan cairan di sekitar jantung atau paru-paru, atau infeksi. Gambaran sesak napas dapat berupa napas pendek, cepat, dan dangkal, sulit menarik napas dalam-dalam, dada terasa berat atau tertekan, nyeri dada yang menjalar ke lengan, punggung, leher, dan rahang, terdengar bunyi tambahan saat bernapas.

Berikut langkah yang dapat dilakukan jika pasien mengalami sesak napas:

  • Berikan ventilasi udara yang nyaman bagi pasien (buka jendela atau kurangi jumlah orang dalam kamar pasien)
  • Kalau ada, nyalakan kipas angin sepoi-sepoi
  • Posisikan pasien duduk tegak untuk memudahkan pernapasan
  • Melonggarkan pakaian yang ketat
  • Ajak pasien untuk napas dalam dengan tenang (teknik purse lip-breathing: ambil napas dari mulut – tahan 1-2 detik – posisi mulut seperti bersiul lalu keluarkan lewat mulut dalam 4 hitungan)
  • Gunakan oksigen tambahan, apabila pasien memiliki tabung oksigen di rumah

Apabila sesak napas terus berlanjut atau bertambah parah (dengan tanda misalnya: sesak napas yang memburuk, sulit bicara karena napas pendek, bibir atau kuku kebiruan dan adanya penurunan kesadaran), segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.

b. Demam neutropenia

Demam neutropenia adalah salah satu kegawatdaruratan kanker yang paling umum terjadi ketika kadar sel darah putih (neutrophil)) sangat rendah. Kondisi ini menyebabkan daya tahan tubuh pasien rendah dan menjadi rentan mengalami infeksi.Demam neutropenia terjadi ketika dalam pemeriksaan ditemukan bahwa dalam sekali pemeriksaan suhu tubuh ≥ 38,3°C atau suhu tubuh ≥ 38°C yang bertahan lebih dari 60 menit. Selain itu, pasien dikatakan mengalami demam neutropenia apabila jumlah salah satu jenis sel darah putih, yaitu neutrophil, kurang dari 500/mcL yang dapat diketahui melalui cek laboratorium.

Bunda Kader dapat mengamati terjadinya tanda dan gejala neutropenia, yaitu demam yang disertai dengan menggigil, lemah lesu dan nyeri tenggorokan.

Pasien dengan kanker payudara, terutama yang sedang dalam fase pengobatan kemoterapi akan rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh, maka Bunda Kader dapat menyarankan keluarga untuk menjaga kebersihan diri dan pasien dengan cuci tangan yang benar, sediakan hand-sanitizer, makan makanan yang matang, hindarkan pasien untuk kontak dengan orang sakit, batasi pengunjung di rumah dan berikan masker pada pasien bila perlu saat harus keluar rumah atau kontak dengan orang lain.

Berikut langkah yang dapat dilakukan keluarga jika pasien dengan kanker payudara mengalami demam ≥ 38,3°C:

  • Berikan kompres hangat
  • Berikan minum air putih yang cukup

Apabila dalam waktu 60 menit atau lebih suhu tubuh masih sama, segera datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat dan informasikan kepada petugas kesehatan yang memeriksa bahwa pasien menderita kanker beserta jenis kanker, sampaikan apabila sedang menerima perawatan kemoterapi, dan kapan terakhir kali pasien dirawat.

c. Peningkatan Kadar Kalsium Darah (Hiperkalsemia)

Hiperkalsemia adalah kondisi ketika kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi. Hal ini terjadi pada sekitar 10-20% pasien kanker, biasanya pada kanker stadium lanjut. Hiperkalsemia tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas dan hanya dapat diketahui melalui hasil tes laboratorium. Gejala hiperkalsemia, di antaranya:

  • Kelelahan, lemas, mudah mengantuk dan mudah lelah
  • Tidak nafsu makan, mual dan muntah
  • Jantung berdebar
  • Sering buang air kecil dan rasa haus meningkat
  • Merasa bingung atau kesulitan dalam memproses pikiran

Ketika pasien kanker payudara mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, lebih baik segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat atau datang ke UGD rumah sakit terdekat.

d. Kejang

Kejang adalah kondisi ketika otot tubuh bergerak secara tiba-tiba. Kejang pada kanker payudara dapat disebabkan karena terjadi 46 penyebaran sel kanker payudara ke otak, gangguan metabolik seperti adanya hiperkalsemia atau efek pengobatan. Berikut langkah yang dapat dilakukan keluarga jika pasien mengalami kejang:

  • Tetap tenang dan jangan panik
  • Pastikan pasien berbaring di tempat datar (bisa di lantai) atau tempat tidur yang datar
  • Pindahkan benda berbahaya di sekitar pasien agar tidak melukai dirinya sendiri
  • Berikan bantal pada kepala pasien supaya mencegah terluka
  • Longgarkan pakaian dan memiringkan tubuh pasien ke satu sisi agar jalan nafas tetap terbuka
  • Jangan mencoba menahan orang tersebut atau memindahkan pasien selama kejang, biarkan kejangnya selesai dengan sendirinya
  • Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut pasien termasuk makanan dan minuman selama kejang

Bawa ke rumah sakit apabila terjadi hal berikut:

  • Kejang berlangsung lebih dari 5 menit,
  • Pasien masih belum sadar 10 menit setelah kejang
  • Terjadi kejang yang berulang
  • Terdapat tanda lain misalnya sesak nafas, kulit membiru dan adanya muntah hebat

Untuk mengansipasi berbagai kondisi kegawatan tersebut, maka Bunda Kader dapat menyarankan keluarga untuk membuat KONTAK EMERGENSI yang berisikan kontak penting: IGD rumah sakit terdekat, ambulans, dan kontak lainnya yang dapat membantu dalam kondisi gawat.

”Tempelkan daftar KONTAK EMERGENSI tersebut di lokasi yang dapat dibaca semua anggota keluarga dengan mudah”.