2.6 Mitos dan Fakta
Mitos:
Semua pasien kanker payudara harus menjalani kemoterapi.
Fakta:
Pengobatan disesuaikan dengan jenis, stadium, dan kondisi pasien. Tidak semua pasien memerlukan kemoterapi.
Mitos:
Operasi ataupun biopsi pada kanker payudara bisa membuat penyebaran kanker dan menimbulkan dampak lebih parah.
Fakta:
Operasi tidak menyebabkan mBC, namun kanker bisa kambuh jika ada sel yang sudah menyebar tapi tidak terdeteksi saat pembedahan. Mesti demikian, operasi tetap menjadi salah satu metode paling efektif untuk menangani tumor padat, baik untuk diagnosis, pengobatan, maupun perawatan paliatif.
Mitos:
Pengobatan kanker lebih merusak kesehatan daripada menyembuhkan. Pengobatan alternatif bisa menyembuhkan kanker tanpa perlu pengobatan medis.
Fakta:
Kemoterapi dan radioterapi memang memiliki efek samping, tetapi manfaatnya jauh lebih besar untuk menghancurkan sel kanker dan memperpanjang harapan hidup pasien. Pengobatan alternatif dapat meredakan gejala, tetapi tidak bisa menggantikan pengobatan utama seperti kemoterapi atau radioterapi.
Mitos:
Herbal alami selalu aman untuk pasien kanker.
Fakta:
Tidak semua herbal aman, beberapa dapat mengganggu efektivitas pengobatan medis atau memiliki efek samping.
Mitos:
Obat herbal dapat digunakan untuk pasien kanker payudara yang sedang menjalani pengobatan medis.
Fakta:
Obat herbal tidak dianjurkan selama pengobatan medis karena dapat mengganggu efektivitas terapi dan menyulitkan dokter dalam mengevaluasi hasil perawatan.
Mitos:
Menerima kanker payudara berarti menyerah pada penyakit.
Fakta:
Menerima diagnosis bukan berarti menyerah, tetapi langkah awal untuk fokus pada pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup.
Mitos:
Pasien kanker payudara tidak bisa hidup normal.
Fakta:
Dengan dukungan medis, gaya hidup sehat, dan manajemen yang baik, pasien kanker payudara dapat tetap menjalani hidup aktif dan bermakna.
Mitos:
Hanya tubuh yang perlu dirawat dalam pengobatan kanker payudara.
Fakta:
Kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik; stres dan kecemasan yang tidak dikelola dapat menghambat proses penyembuhan.