2.1 Penanganan Medis Kanker Payudara
Pengobatan kanker payudara tergantung pada beberapa aspek, yaitu: jenis kanker payudara, tingkat stadium dan lokasinya, dan pilihan metode pengobatan. Adapun beberapa pilihan metode pengobatan kanker payudara, yaitu:
a. Pembedahan atau Operasi
Tujuan pembedahan adalah untuk mencegah sel kanker tumbuh kembali. Tindakan ini sering dikombinasikan dengan metode pengobatan lain misalnya kemoterapi atau radioterapi. Misalnya sebelum operasi, pasien akan menjalani kemoterapi yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor, atau setelah operasi pasien menjalani kemoterapi untuk memastikan semua sel kanker telah hilang dalam tubuh pasien.
Berikut hal-hal yang perlu diketahui pasien terkait dengan tindakan pembedahan:
- Pasien akan menjalani rawat inap.
- Pasien akan disarankan untuk puasa selama 6-12 jam sebelum tindakan pembedahan atau operasi.
- Pasien tidak disarankan menggunakan perhiasan ataupun aksesoris lainnya pada saat tindakan pembedahan.
b. Kemoterapi
Kemoterapi bertujuan untuk menghancurkan dan memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara. Pengobatan ini diberikan dalam beberapa siklus selama beberapa bulan, dan harus diselesaikan tanpa terputus. Kemoterapi diberikan melalui infus (yang paling umum), suntikan, pil dan obat oles. Umumnya, pasien menjalani 6-8 siklus dengan tiap siklus berlangsung 2 hingga 6 minggu, tergantung kondisi pasien dan respons terhadap terapi.
Lama proses kemoterapi berbeda pada setiap pasien. Hal ini akan dipengaruhi oleh jenis kanker, jenis obat kemoterapi yang digunakan, tingkat keparahan, dan tujuan proses kemoterapi. Dalam hal ini, Bunda Kader perlu menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh pasien dan keluarga.
Sebelum Kemoterapi
- Memastikan kondisi kesehatan baik. Pastikan pasien mengkonsumsi makanan sehat, terpenuhi kebutuhan cairannya, mendapatkan waktu tidur yang cukup, dan melakukan aktivitas fisik ringan yang cukup selama proses rangkaian pengobatan kemoterapi.
- Menjalani pemeriksaan fisik dari mulai cek tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu dan pernafasan), cek laboratorium, hingga rontgen dan persiapan lainnya sebelum kemoterapi. Untuk beberapa jenis kemoterapi akan diperlukan pemeriksaan jantung.
Selama Proses Kemoterapi
- Durasi kemoterapi bervariasi, mulai 30 menit hingga beberapa jam, tergantung jenis dan jumlah obat. Bunda Kader dapat menyarankan pasien untuk membawa buku, majalah, atau hiburan digital untuk menemani selama proses kemoterapi.
- Pasien biasanya diperbolehkan makan camilan ringan, namun keluarga sebaiknya memastikan hal ini kepada dokter dan perawat terlebih dahulu.
Setelah Kemoterapi
Pengobatan kemoterapi memberikan efek samping yang cukup besar pada pasien, misalnya:
- Mual muntah
- Rambut rontok
- Perubahan kuku dan kulit (biasanya menjadi menghitam)
- Diare atau konstipasi
- Gangguan perasaan (misalnya mudah tersinggung, sensitif, dan lain-lain)
Perlu dicatat bahwa kemoterapi akan memiliki efek samping yang berbeda-beda, bahkan ada beberapa pasien yang tidak terlalu merasakan efek samping kemoterapi. Hal ini terjadi tergantung jenis obat yang digunakan dan kondisi fisik pasien. Pasien disarankan untuk tidak terlalu khawatir dan penting untuk mematuhi anjuran dokter selama proses pengobatan. Selain itu, sangat penting bagi Bunda Kader dan keluarga untuk memberikan dukungan maksimal sehingga pasien tidak terhenti dalam rangkaian kemoterapinya.
Pengobatan kemoterapi umumnya dapat ditanggung BPJS. Apabila membayar secara mandiri, estimasi biaya kemoterapi mulai dari Rp 250.000,00 (Provinsi DIY) atau Rp 400.000,00 (Provinsi Bali) untuk satu kali pemberian kemoterapi (harga tergantung pada jenis obat kemoterapi yang digunakan).
c. Terapi hormonal
Terapi hormonal berfokus pada menghambat atau menurunkan kadar hormon alami tubuh untuk menghentikan pertumbuhan atau kembalinya kanker. Obat yang diberikan dalam bentuk tablet minum, suntikan di bawah kulit, atau suntikan di dalam otot. Pengobatan terapi hormon umumnya dikombinasikan dengan kemoterapi atau operasi. Estimasi biaya terapi hormon mulai dari Rp 30.000.000,00.
d. Radioterapi
Penanganan kanker melalui radiasi dengan memberantas atau mengurangi pertumbuhan sel kanker. Radioterapi umumnya diberikan setelah operasi untuk mencegah kekambuhan, namun seringkali juga diberikan sebelum operasi untuk memperkecil ukuran sel kanker. Setiap pasien yang menjalani radioterapi kanker bisa merasakan efek samping yang berbeda-beda yang bisa muncul dalam jangka pendek maupun panjang. Namun, pasien tidak perlu terlalu mengkhawatirkan risiko efek samping radioterapi, karena dokter telah mempertimbangkan manfaat dan risikonya.
Gambar 5
Proses Pelaksanaan Radioterapi
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengobatan radioterapi:
- Sebelum menerima radioterapi, pasien akan menjalani pemeriksaan fisik untuk menilai apakah pasien bisa mendapatkan manfaat dari terapi radiasi ini. Saat pemeriksaan, informasikan kepada dokter tentang obat yang masih dikonsumsi, termasuk obat herbal, atau suplemen lainnya.
- Terapkan pola hidup sehat selama rangkaian radioterapi (makan sehat, pola tidur teratur, olahraga, menghindari stres, dan lain-lain).
- Selalu ikuti saran perawatan yang diberikan dokter untuk mengurangi efek samping yang mungkin terjadi.
- Beberapa pasien mendapatkan manfaat dari mengoleskan krim/oil pada lokasi tubuh yang diberikan radiasi. Pasien dapat mendiskusikan pada dokter dan perawat mengenai hal ini.
- Setelah menyelesaikan rangkaian radioterapi, dokter akan menjadwalkan kunjungan lanjutan untuk memantau perkembangan kondisi pasien.
Radioterapi biasanya diberikan setiap hari (5 kali dalam 1 minggu) dengan total 20-35 kali tergantung jenis kanker dan tujuan pengobatannya. Tindakan radioterapi ini dapat ditanggung oleh BPJS. Untuk sekali tindakan, estimasi biayanya mulai dari Rp 1.000.000,00. Estimasi biaya untuk radioterapi bervariasi pada tiap pasien. Beberapa faktor yang mengakibatkan perbedaan biaya tersebut adalah jenis dan stadium kanker payudara yang dialami, teknik radioterapi yang dilakukan, serta banyaknya sesi radioterapi yang diperlukan.
Yuk, tonton Video 3: Pengobatan dan Perawatan Kanker Payudara berikut ini!
Selain pengobatan medis, tentunya Bunda Kader mendapati banyak masyarakat yang masih mempertimbangkan untuk mengikuti pengobatan alternatif. Mari, simak Video 4: Pengobatan Alternatif: Pro atau kontra? mengenai saran dokter tentang pengobatan alternatif.