2.2 Masalah Pasien Kanker Payudara
Pasien kanker payudara akan mengalami berbagai macam masalah selama proses pengobatan dan perawatannya, baik itu masalah fisik, psikologis, sosial, spiritual, finansial dan masalah dalam koordinasi perawatan.
Bunda Kader perlu memahami berbagai masalah yang dialami oleh pasien kanker payduara untuk dapat memberikan dukungan sosial yang sangat diharapkan oleh pasien dan keluarga.
Masalah fisik
Pasien dengan kanker payudara dan mBC, sering mengalami berbagai macam gangguan fisik. Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah nyeri, yang umumnya terasa berat. Pada beberapa pasien mBC bisa mengalami sensitivitas ekstrem, misalnya sentuhan halus bisa terasa seperti tusukan jarum yang menyakitkan bagi pasien sehingga hal sederhana seperti mengganti sprei, bisa menjadi masalah yang besar bagi pasien. Jika keluarga tidak memahami kondisi ini, maka mereka mungkin mengira pasien hanya mengada-ada yang bisa menimbulkan konflik dan menghambat perawatan dirumah.
Selain nyeri, pasien mBC juga dapat mengalami masalah fisik akibat efek samping pengobatan seperti kemoterapi dan radioterapi atau karena perjalanan penyakit itu sendiri. Contohnya, pada metastasis tulang, maka tulang pasien bisa rapuh dan rentan patah. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas fisik dan keseharian pasien. Masalah fisik lainnya misalnya risiko perdarahan. Pasien kanker payudara, terutama saat menjalani kemoterapi mungkin mengalami risiko perdarahan.
Perdarahan ini bisa ringan, seperti mudah memar, mimisan atau gusi berdarah. Namun dalam beberapa kasus, perdarahan bisa menjadi lebih serius dan perlu penanganan medis segera. Hal ini juga akan semakin rumit saat pasien juga memiliki luka di bagian payudara. Perawatan luka kanker payudara perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan karena risiko perdarahan yang dialami pasien. Selain masalah fisik tersebut, pasien kanker payudara juga memiliki masalah terkait dengan kelelahan ekstrem (fatigue), mual muntah, perubahan nafsu makan dan berat badan, disfungsi seksual, serta limfedema. Beberapa pasien dengan mBC juga mengeluhkan adanya penurunan fungsi pikir dan ingatan, misalnya kurang fokus atau mudah lupa.
Hal ini tentu saja mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Memahami berbagai masalah fisik akan membantu kader dalam memberikan dukungan yang tepat dan menumbuhkan rasa empati kepada pasien.
Masalah psikologis
Selain masalah fisik, masalah psikologis adalah tantangan utama pasien kanker payudara. Mereka sering bergumul dengan kecemasan akan masa depan, kebingungan, rasa tidak percaya diri, dan kesedihan yang mendalam. Pasien dan keluarga sangat membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, salah satunya dari dukungan sosial masyarakat.
Masalah Keuangan
Pengobatan kanker payudara akan berjalan lama. Saat ini berbagai pengobatan kanker telah banyak difasilitasi oleh BPJS. Namun, banyak obat yang tidak dapat ditanggung oleh asuransi ini, termasuk biaya transport ke rumah sakit dan biaya lainnya yang banyak. Akibatnya, banyak pasien kanker payudara dan keluarga mengalami dampak negatif pada kondisi keuangan mereka. Bunda Kader dapat mengumpulkan berbagai informasi penting mengenai bantuan keuangan yang bisa bermanfaat bagi pasien dan keluarga.
Masalah spiritual
Menjalani proses penyakit yang panjang, termasuk mBC bisa mempengaruhi cara pandang seseorang dalam hal spiritual. Spiritualitas bukan hanya tentang pandangan keagamaan tapi juga bagaimana seseorang memandang sejatinya kehidupan dan kemaknaan dalam hidup. Masalah yang seringkali terjadi adalah kehilangan makan hidup dan merasa tidak berarti lagi, ketakutan akan kematian, perasaan bersalah, perasaan ditolak Tuhan dan keyakinannya, kemarahan pada Tuhan, atau juga kebutuhan untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan Sang Penciptanya. Pada survey yang dilakukan tahun 2024 ditemukan bahwa mayoritas orang dengan mBC tidak berubah cara pandang maupun dalam aktivitas keagamaannya, tetapi ada juga yang dengan kondisinya menjauh dari Tuhan.
Bunda Kader tidak hadir untuk menghakimi dan penilaian tentang apa yang benar dan yang salah karena masalah spiritualitas dan keagamaan adalah hal pribadi. Yang perlu kita lakukan pada pasien dengan kondisi ini adalah mendengarkan pasien dengan empati, tetap menghormati kepercayaan pasien, dan menawarkan untuk menghubungkan dengan pendamping keagamaan.
Masalah sosial
Pasien kanker payudara dan keluarga yang mengasuh akan mehabiskan banyak waktu untuk pengobatan dan perawatan. Ini tentu akan mengurangi waktu mereka untuk bersosialisasi. Selain itu, beberapa pasien kanker payudara mulai menarik diri dari aktivitas sosial di lingkungan. Hal ini terjadi karena menurunnya kepercayaan diri, akibat dari dampak fisik dari pengobatan, misalnya karena rambut yang rontok, perubahan warna kulit, atau secara fisik memang mengalami kelelahan ekstrem.
Apabila kondisi fisik pasien masih memungkinkan, sangat penting untuk mendorong pasien untuk tetap aktif bersosialisasi di lingkungannya. Dukungan ini bisa membantu menjaga semangat dan kualitas hidup mereka.
Masalah koordinasi perawatan
Pasien kanker, terutama kanker payudara stadium lanjut atau mBC akan berinteraksi dengan berbagai tenaga kesehatan, seperti dokter penyakit dalam, dokter penyakit dalam sub-kanker (onkologi), dokter bedah, ahli nutrisi, dokter radioterapi, psikolog, dan perawat. Tidak jarang pasien akan berkonsultasi ke banyak klinik dan bertemu banyak dokter dalam seminggu.
Bunda Kader dapat menyarankan pasien dan keluarga untuk membawa satu buku catatan khusus selama proses pengobatan pasien. Tujuannya adalah untuk mencatat informasi penting dokter dan kegiatan yang dilakukan pasien. Buku catatan ini akan sangat penting, terutama jika ada pergantian anggota keluarga yang mendampingi agar informasi mengenai pasien selalu berlanjut dan tidak terputus.