3.1 Merawat Tanpa Melupakan Diri Sendiri
Tahukah Bunda Kader? Bahwa pendamping pasien atau pengasuh keluarga (family caregiver) memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perawatan pasien kanker payudara, apalagi di negara timur seperti di Indonesia. Seorang pengasuh keluarga dapat berasal dari anggota keluarga, teman dekat, atau tenaga pendamping yang membantu pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari, mengatur pengobatan, serta memberikan dukungan emosional.
Menjadi pengasuh keluarga pasien kanker payudara, terutama mBC, bukanlah tugas yang mudah. Banyak pengasuh keluarga mengabaikan kebutuhan pribadi mereka untuk fokus pada kebutuhan pasien. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dapat menyebabkan stres yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental pengasuh keluarga.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara merawat pasien dan merawat diri sendiri. Berikut merupakan tips yang dapat Bunda Kader anjurkan pada pengasuh keluarga pasien mBC untuk merawat diri:
a. Berusaha menjalankan aktivitas normal
Pengasuh keluarga perlu berupaya untuk menjalankan aktivitas dan rutinitas seperti biasa, seperti sebelum merawat pasien. Hal ini akan membantu mereka untuk tidak terlalu terbebani dan kelelahan. Ini juga akan membantu untuk mencegah keterpurukan pengasuh keluarga karena terisolasi secara sosial.
b. Meluangkan waktu untuk diri sendiri (me time)
Bunda Kader dapat mengingatkan pengasuh keluarga untuk menyisihkan 15-30 menit setiap hari sebagai waktu pribadi, untuk melakukan hal yang disukai, seperti membaca, menonton film, berkebun, atau duduk dengan tenang tanpa pasien. Bunda Kader juga dapat membantu mencari anggota keluarga lain yang bisa bergantian menjaga pasien saat pengasuh keluarga utama beristirahat.
Relaksasi dapat menurunkan ketegangan dan kecemasan. Pengasuh keluarga dapat diajarkan untuk relaksasi sederhana berupa latihan pernapasan ritmis disertai pelemasan otot tubuh.
Penelitian yang dilakukan di Amerika, Inggris, dan Jerman menyimpulkan bahwa pengasuh keluarga yang mengurangi waktu bekerja saat merawat mBC, memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan yang tetap bekerja atau menambah jam kerja.
c. Mengenali dan mengelola perasaan
Bunda Kader dapat menyarankan pengasuh keluarga untuk berbagi perasaan dengan orang yang dipercaya, seperti teman, keluarga, atau tenaga profesional. Penting untuk memilih lawan bicara yang tepat. Hasil suatu penelitian menunjukkan bahwa menangis dapat membantu melepaskan emosi, mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati.
Mendampingi pasien kanker dapat menimbulkan keletihan fisik dan emosi. Bunda Kader dapat mendorong pengasuh keluarga menjalani pendekatan spiritual seperti refleksi batin, doa, ibadah ataupun bergabung dengan komunitas keagamaan untuk menguatkan hati dan menemukan makna dalam peran merawat.
Menuliskan perasaan dan pengalaman untuk mengurangi stres serta memberikan perspektif baru.
d. Menjaga kesehatan fisik
Bunda Kader dapat menyampaikan bahwa sangat penting bagi pengasuh keluarga untuk menjaga kesehatannya sendiri. Bila pengasuh keluarga sakit, maka akan sangat memengaruhi kondisi pasien. Berikut beberapa hal yang dapat Bunda Kader sarankan kepada engasuh keluarga:
Bunda kader dapat mengingatkan pengasuh keluarga menjaga asupan nutrisi tidak hanya pasien, tetapi juga untuk diri sendiri. Dorong mereka memilih makanan bergizi yang mendukung energi dan daya tahan tubuh. Jika sulit menyiapkan makanan lengkap, sediakan camilan sehat misalnya buah-buahan (pisang, apel, jeruk), kacang-kacangan (kacang, almond), sayuran (timun, wortel), atau telur rebus.
Pastikan pengasuh keluarga mendapatkan tidur yang cukup setiap malam (6-8 jam). Jika sulit tidur, Bunda Kader dapat menyarankan untuk mendengarkan musik atau suara yang menenangkan (misalnya gemericik air, suara air hujan, lagu rohani) serta melakukan latihan pernapasan sebelum tidur.
Sarankan pengasuh keluarga untuk berolahraga ringan, seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga guna menjaga kebugaran dan mengurangi stres. Penelitian membuktikan bahwa aktivitas seperti aerobik dan peregangan otot dapat menurunkan beban emosional dan meningkatkan kualitas hidup. Jalan kaki secara teratur bisa menjadi plilihan sederhana dan bermanfaat.
e. Manfaatkan bantuan dan sumber daya yang ada
Bunda Kader dapat menyampaikan bahwa menjadi pengasuh keluarga pada pasien kanker payudara adalah ibarat menjalani perjalanan yang panjang. Mereka membutuhkan teman yang dapat membantu mengatasi kesulitan di sepanjang perjalanan. Berikut adalah hal-hal yang dapat Bunda Kader sarankan bagi pengasuh keluarga untuk memanfaatkan bantuan dan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka:
Pengasuh keluarga dapat disarankan untuk bergabung dengan kelompok pendukung, baik secara langsung maupun online (misalnya kelompok whatsapp). Kelompok pendukung bisa dari lingkungan sekitar, tetangga atau kelompok sosial keagamaan. Kelompok pendukung ini dapat memberikan wawasan dan rasa kebersamaan.
Bunda Kader dapat membantu pengasuh keluarga mengenali orang terdekat yang dapat memberikan bantuan. Dorong mereka untuk tidak ragu membagi tugas dengan anggota keluarga atau teman, serta mendelegasikan peran sesuai kemampuan. Jika memungkinkan, pertimbangkan bantuan profesional seperti jasa pramurukti.
Pengasuh keluarga dapat dibantu merencanakan kepada siapa dia bisa meminta bantuan bila berhalangan, atau sakit atau kondisi darurat lainnya. Sehingga bila hal tersebut terjadi di kemudian hari, pengasuh keluarga sudah bersiap.
Memahami kondisi pasien dapat membantu pengasuh keluarga lebih percaya diri dalam merawat. Pengasuh keluarga perlu mengetahui tentang pengobatan, perawatan serta dukungan fisik dan mental bagi pasien kanker. Bunda Kader dapat menyarankan mereka belajar dari sumber terpercaya seperti buku atau informasi online, dan memastikan keakuratannya dengan tenaga kesehatan saat konsultasi.
Karena pengobatan kanker payudara biasanya berlangsung lama, Bunda Kader dapat mendorong pengasuh keluarga untuk diskusi tentang kondisi keuangan dan dampaknya kepada orang yang mereka percaya.
f. Menemukan hikmah dari peran merawat
Bunda Kader dapat menyarankan pengasuh keluarga untuk fokus pada momen kebersamaan yang berharga dengan orang terkasih. Pengasuh keluarga dapat disarankan mendokumentasikan kenangan dalam bentuk foto saat beraktivitas dengan pasien.
Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa humor dapat membantu pengasuh keluarga rileks dan membantu mengurangi ketegangan.
Pengasuh keluarga dapat diingatkan bahwa merawat bisa menjadi pengalaman berharga yang memperkuat hubungan dengan pasien dan memberikan kepuasan emosional.